Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Mukjizat dan Kisah Nabi Idris As

Add Comment


Nabi Idris As adalah Nabi ke 2 dari 25 Nabi yang mahsyur di dalam sejarah para Nabi. Nabi Idris AS yang memiliki nama asli Khanukh (Akhnuk) adalah keturunan ke 6 dari Nabi Adam As. Silsilah lengkapnya adalah sebagai berikut, Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam.

Idris As diperkirakan lahir sekitar 4533-4188 SM. Diriwayatkan bahwa Idris As lahir dan tinggal di Babil, Irak. Ia diutus sebagai Nabi kepada kaumnya yang bernama Bani Qabil dan Memfis. Namun ada juga riwayat lagi yang mengatakan bahwa Idris As lahir di daerah Munaf, Mesir.

Ia dipanggil Idris yang berasal dari kata "Darosa" dalam bahasa Arab yang artinya belajar. Ia dijuluki demikian karena kemampuannya dalam mempelajari berbagai ilmu.

Menurut kitab tafsir, ia hidup 1.000 tahun setelah Adam wafat. Sedangkan dalam buku yang berjudul Qashash al-Anbiyya karya Ibnu Katsir dituliskan bahwa Idris hidup bersama Adam selama 308 tahun.

KELEBIHAN NABI IDRIS AS

1. MENGUASAI BERBAGAI ILMU
Nabi Idris As dianugerahi kepandaian dalam berbagai disiplin ilmu dan kemahiran, serta kemampuan untuk menciptakan alat-alat untuk mempermudah pekerjaan manusia. Dalam beberapa kisah dikatakan bahwa Idris sebagai nabi pertama yang mengenal tulisan,menguasai berbagai bahasa, ilmu perhitungan, ilmu alam, astronomi, dan lain sebagainya. Menurut Ibnu Ishaq, Nabi Idris adalah orang yang pertama kali menulis dengan pena, menjahit baju dan memakainya, dan manusia yang mengerti masalah medis.

2. DIANGKAT KE LANGIT. 
”dan ceritakanlah (hai muhammad kepada mereka, kisah) Idris yang terdapat tersebut di dalam Al Qur an. Sesungguhnya ia merupakan orang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi (Qs. 19 : 56 – 57).

Mujahid menjelaskan tentang ayat tersebut bahwa Nabi Idris ‘alaihissalam diangkat ke langit dalam keadaan tidak mati seperti Nabi Isa ‘alaihissalam (Tafsir Ath-Thabari, 72:16 dengan sanad yang shahih). 

Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahwa Nabi Idris wafat saat dia sedang berada di langit keempat ditemani oleh seorang malaikat dan ia hidup sampai usia 82 tahun.


3. MEMBACA NASIB. 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dalam hadis sesuatu yang mengisyaratkan tentang sifat Nabi Idris ‘alaihissalam. Beliau bersabda:

“Adalah seorang nabi dari para nabi yang bisa membaca garis nasib, maka barang siapa yang mampu melakukannya, maka hal itu boleh baginya.” (HR. Muslim)

Sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa nabi yang dimaksud (dalam hadis di atas) adalah Nabi Idris ‘alaihissalam. 

Imam Nawawi menjelaskan tentang hadis ini, “Maksud yang sesungguhnya menggaris nasib itu hukumnya haram, dikarenakan hal itu tidaklah dilakukan kecuali dengan syarat harus dengan ilmu yang pasti dan mencocoki, dan tidak ada bagi kita. Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyebutkan hukumnya, supaya tidak salah tafsir bahwa apa yang dilakukan nabi tersebut haram, karena memang nabi tersebut punya ilmunya sehingga boleh melakukannya. Adapun kita tidak punya ilmu tentangnya.” (Syarh Muslim, 5:21)

4. GAGAH BERANI 
Idris AS adalah Nabi yang gagah berani tak takut mati, tak gentar kepada siapa saja, terutama dalam menyadarkan keturunan Qabil-Iqlima yang saat itu penuh dengan kesesatan. Karena keberaniannya ia mendapat gelar "Asadul Usud" alias “Singanya para singa” dari Allah swt.

Kepada kaumnya, Idris diperintahkan memberantas kebiasaan melakukan kenistaan. Idris ditugaskan untuk membenahi pekerti rendah, zalim terhadap sesama, suka permusuhan, serta suka berbuat kerusakan.

5. PENJAHIT PAKAIAN PERTAMA KALI
Nabi Idris as ialah orang yang pertama pandai memotong dan menjahit pakaiannya. Orang-orang sebelumnya konon hanya mengenakan kulit binatang secara sederhana dan apa adanya untuk dijadikan penutup aurat. Nabi idris as diyakini sebagai seorang penjahit berdasarkan hadist, Ibnu Abbas berkata, ”Dawud adalah seorang pembuat perisai, Adam seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, idris seorang penjahit dan musa adalah penggembala” (dari Al-Hakim)

6. NABI PERTAMA YANG BERTEMU NABI MUHAMMAD SAW
Nabi Idris as disebutkan dalam sebuah hadist sebagai salah seorang dari nabi-nabi pertama yang berbicara dengan Nabi Muhammad SAW dalam salah satu surga selama Mi’raj. 

Diriwayatkan dari Abbas bin Malik:
"... Gerbang telah terbuka, dan ketika aku pergi ke surga keempat, di sana aku melihat Idris. Jibril berkata (kepadaku), "Ini adalah Idris; berilah dia salammu." Maka aku mengucapkan salam kepadanya, dan ia mengucapkan, "Selamat datang, wahai saudaraku yang alim dan nabi yang saleh." sebagai balasan salamnya kepadaku." (Sahih Bukhari 5:58:227)

7. AHLI PERBINTANGAN
Nama Nabi Idris sendiri berasal dari kata Darasa yang artinya belajar. Idris memang sangat rajin mengkaji ajaran Allah swt yang diturunkan kepada Adam dan Nabi Syits, bahkan yang langsung kepada dirinya. Nabi Idris juga sangat tekun mengkaji fenomena alam semesta, yang semua merupakan ayat dan pertanda dari Tuhannya. Tidak heran bila ia dijuluki "Harmasu al-Haramisah"(Ahlinya perbintangan).

Demikianlah kisah dan kelebihan Nabi Idris As yang tidak banyak diketahui, semoga bermanfaat.



Pertama Diberikan, THR Pertama Ternyata Hanya Rp 200

Add Comment
Tidak banyak yang tahu sejak kapan pemberian THR atau Tunjangan Hari Raya diberikan. Yang pasti THR adalah hal yang sangat dinanti setiap karyawan atau pegawai menghadapi Hari Raya.


THR atau Tunjangan Hari Raya adalah hak seorang pegawai atau pekerja dalam bentuk pendapatan sebelum Hari Raya. Menurut Undang-Undang (UU) No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya keagamaan.

Padahal adanya THR ini bukanlah tanpa sebab, sebaliknya penuh dengan perjuangan. Lalu siapakah yang pertama kali memperjuangkan THR ini sehingga terus diberikan sampai sekarang.

Ternyata THR ini pada awalnya karena usulan sosok pria ini, yaitu Soekiman Wirjosandjojo



Soekiman Wirjosandjojo adalah seorang pria kelahiran Solo, para tahun 1898. Informasi yang dilihat dari Wikipedia, beliau adalah Perdana Menteri Indonesia ke-6 yang menjabat pada 27 April 1951 - 3 April 1952. Saat itu ia menjabat pada pemerintahan Soekarno.

Dirinya juga memimpin kabinet yang dikenal dengan nama Kabinet Sukiman-Suwirjo.
Sukiman adalah tokoh politik dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang juga dikenal sebagai tokoh Masyumi.

Sukiman adalah adik dari Satiman Wirjosandjojo, tokoh pendiri Jong Java. Usulan Sukirman tersebut memberikan THR adalah untuk mensejahterakan para pamong praja atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat itu, besarnya THR masih Rp 125 hingga Rp 200.

Karena gagasannya itu, budaya pemberian THR masih dilaksanakan hingga sekarang. Tak hanya PNS, para pegawai swasta pun mendapatkannya dari perusahaan.









Kalau Bibir Putrinya Dicium Pria, Shahrukh Khan : Akan Kurobek Bibir Pria Itu

Add Comment

Selain sebagai artis terkenal, Shahrukh Khan juga dikenal sebagai seorang ayah yang sangat penyayang namun protektif dalam mendidik ketiga anaknya.

Tapi pendapat itu ditolak langsung oleh Shahrukh Khan. Menurutnya, ia hanya berusaha menjaga anak-anaknya dari hal yang buruk dan tidak ada jarak bagi ketiga anaknya yaitu Aryan, Suhana dan Abram.

Dalam sebuah acara bincang-bincang Koffee with Karan beberapa waktu lalu, Shahrukh Khan ditanya oleh si pembawa acara, Karan Johar mengenai putrinya, Suhana. Karan bertanya, apa yang dilakukan Shahrukh Khan jika ada pria yang mencium putrinya. Dan dengan tegas, Shahrukh Khan menjawab akan merobek bibir pria tersebut.

Kemudia dalam kesempatan yang lain, Shahrukh Khan kemudian ditanya kembali bagaimana bila putranya yaitu Aryan Khan yang mencium bibir seorang gadis. Dengan yakin, bintang film Dilwale itu pun kemudian menjawab:

"Saya akan merobek bibir Aryan. Saya tidak mungkin merobek bibir seorang gadis, itu bukan hal yang sopan untuk dilakukan. Jadi, saya akan merobek bibir Aryan, atas nama ayah gadis itu. Anda tidak dapat menyentuh atau menyakiti seorang gadis," kata Shahrukh Khan dengan nada bercanda, seperti dikutip Bollywoodlife.com.

Shahrukh Khan mengaku sangat dekat dengan anak-anaknya, termasuk Aryan. Suami Gauri Khan itu bahkan mengaku kerap melakukan sesuatu dengan Aryan, layaknya seorang sahabat.

Mengenai kemungkinan anak-anaknya berkarier di film, Shahrukh Khan mengaku sangat mendukung. Meski begitu, bintang film Kuch Kuch Hota Hai ini tak mau terlalu jauh ikut campur.

"Kami sering menonton film bersama dan kemudian kami bicara tentang aspek-aspek tertentu dalam pembuatan film. Dia (Aryan) berbicara tentang ambisi-Nya, dan di mana ia ingin terjun ke film suatu hari nanti. Tapi dia ingin benar-benar paham jalan Itu. Dia ingin menjadi lebih besar dari saya dan itu sangat keren," tutur Shahrukh Khan.

Kumpulan Kisah Karomah Imam Lapeo Yang Menakjubkan

Add Comment

Bagi masyarakat Sulawesi Barat tentu tidak asing mendengar nama Imam Lapeo. KH Muhammad Thahir atau yang lebih kenal dengan Imam Lapeo Imam Lapeo yang lahir di Tinambung pada thn 1838 dikenal sebagai ulama yang menyebar Islam di tanah Jazirah Mandar, Sulawesi Barat. 

Nama Lapeo sendiri diambil dari nama kampung di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Sekitar 290 Km dari Makassar.

Kebesaran nama Imam Lapeo bukan hanya karena ketinggian ilmu agama namun juga perjuangannya yang begitu gigih dalam menyebarkan ajaran Islam.

Perjuangannya dalam membangun Masjid saja harus menempuh perjuangan dan rintangan dari warga sekitar. Ia harus menghadapi masyarakat yang suka mabuk dan berjudi. Apalagi daerah Mandar sendiri dulunya dikenal dengan budaya animisme dan ilmu hitam. Alhasil daerah Mandar penuh dengan kemaksiatan dan kejahatan yang meresahkan. 

Dalam beratnya perjuangan beliau tak jarang Allah memberikan Karomah padanya untuk membantu perjuangannya. Bahkan dalam buku yang memuat tentang perjalanan hidup Imam Lapeo yang ditulis oleh cucu Imam Lapeo sendiri Syarifuddin Muhsin, ada 74 karamah (kelebihan) dalam kisah hidup Imam Lapeo. 

Berikut adalah sebagian kisah karomah yang dimiliki Imam Lapeo yang masih dipercaya oleh masyarakat sekitar.

1. Pembangunan Mesjid
Sekitar tahun 60an Masjid Lapeo sedang dibangun disamping makam lapeo namun terhambat masalah dana. Tiba-tiba datang beberapa beberapa mobil truk dari makassar membawa semen pasir dan beberapa bahan bangunan. Para pengurus masjid dan warga sekitar heran karena tidak ada satupun dari mereka yang memesan. Ketika ditanyakan kepada sopir tentang siapa yang memesan bahan bangunan ini, si supir mengatakan bahwa yg memesan adalah seorang kakek berpakaian serba putih bersorban dan kebetulan. Sambil menunjuk foto imam lapeo yang ada di lama rumah warga tersebut. Padahal Imam lapeo sudah tiada.

2. Turun Dari Mobil Untuk Shalat.

Suatu hari dalam perjalanan menuju Makassar, tiba waktunya untuk shalat Dzuhur dan beliau menyuruh sopir mobil untuk berhenti sejenak untuk melaksanakan shalat. Namun sopir mobil tidak rela menghentikan mobilnya karena penumpang lain ingin segera melanjutkan perjalanan ke Makassar. 

Beliau pun akhirnya turun dan membayarnya lalu turun bersama rombongannya untuk menunaikan shalat Dzhuhur. Kemudian mobil tersebut melanjutkan perjalanannya namun dalam perjalanan mobil tersebut tiba-tiba mogok tidak bisa jalan.

Setelah shalat Imam Lapeo beserta rombongan berencana melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan mobil yang mereka tumpangi dalam keadaan macet. Penumpang lain dalam mobil tesebut berkata inilah tadi teman kita yang singgah untuk shalat. Imam Lapeo pun naik diatas mobil tersebut tidak lama kemudian mobil tersebut bisa jalan dan normal seperti semula.

3. Gema Teriakannya Di Telinga Pencuri.
Suatu hari ada seseorang memasuki kebunnya di Galung Lampu, berencana untuk mencuri buah-buahan yang didalamnya yakni memanjat pohon kelapa. Tiba-tiba terdengar teriakan Imam Lapeo, sementara beliau tidak ada dikebun, orang tersebut lari sekencangnya suara tersebut masih terdengar : To bibo….to bibo… to bibo. Dia pun tidak bisa tidur dengan mendengar suart tersebut hingga dia pun  mendatangi beliau dan menjelaskan apa yang telah terjadi dan memohon maaf kepada beliau juga meminta agar diobati. Orang tersebut dioabati dan sudah merasa tenang.

4. Meramal Masa Depan
Seorang Professor bercerita : Dia berasal dari Sindereng 8 bersaudara dia merupakan anak bungsu. Ayahnya meninggal sewaktu masih kecil. Pada suatu hari ibunya mendatangi seorang ulama tentang anak-anaknya apakah ada bayangan kebaikan, sebab peninggalan ayahnya hanya sebidan tanah yang tidak terlalu luas. Ulama itupun menyarankan untuk mendatangi Imam Lapeo yang ada di Mandar. Katanya ambillah sebahagian kemampuanmu untuk dapat mendatanginya. Diapun kerjakan sebagiamana saran ulama tadi.

Sewaktu bertemu Imam Lapeo memperhatikan kedelapan anak-anak itu lalu menunjuk bahwa anak bungsu ini nanti akan sukses, peliaharalah dia dengan baik dan saya doakan.
Ternyata dia sekarang jadi dosen di IAIN Alauddin Makassar.

5. Mengembalikan Peliharaan yang hilang.
Kawu, seorang tua dari Kelurahan Tinambung, kabupaten Polmas menuturkan bahwa pernah suatu hari kuda peliharaanya hilang. Sudah satu minggu lebih dicari kuda yang hilang itu, belum juga ditemukan. Maka ia menemui K.H Muhammad Thahir Lapeo mohon didoakan agar kuda itu dapat ditemukannya.

Lalu Imam Lapeo memejamkan lalu mengangkat tangannya sambil berdoa, ia berkata kepada Kawu, bahwa kuda yang dicari sekarang dalam perjalanan pulang kekandangnya. Jawaban tersebut membuat si empunya kuda tercengang, dan segera pamit pulang. Apa yang terjadi? Sesampainya dirumah dai menemukan kudanya benar-benar sudah ada dikandangnya.“ Kuda itu datang sendiri “, kata istri pemilik kuda tersebut.

6. Membayar Hutang
Peristiwa lainnya dituturkan oleh informan bahwa suatu hari K.H Muhammad Thahir Imam Lapeo ingin mambayar hutang karena waktu yang disepakati telah sampai. Hutang tersebut adalah harga bahan-bahan bangunan Mesjid Nur Al-Taubah Lapeo yang dipinjam oleh beliau untuk perluasan bangunan Mesjid. Tetapi sampai pada malam hari Imam Lapeo belum juga mempunyai uang., sementara besoknya hutang itu harus dibayar.

Lalu, malam itu juga ia mengajak putranya Muchsin Thahir beserta kusir bendi berangkat ke Majene menemui H.Hasan, pedagang yang memberi utang kepada panitia pembangunan mesjid dengan maksud minta perpanjangan waktu peminjaman. 

Dalam perjalanan dari Lapeo menuju Majene, semua mesjid yang dilewati disinggahi untuk melaksanakan shalat sunnah, antara lain mesjid-mesjid Karama,Tangnga-Tangnga, dan Tinambung. Dari Tinambung beliau terus ke Limboro dan Lembang-Lembang. Di kedua mesjid itu ia melakukan shalat agak lama.
Menjelang subuh hari baru ia putranya meneruskan perjalanan ke Majene. Dalam perjalanan antara Lembang-Lembang dan Tinambung tiba-tiba ia ditahan oleh seseorang yang sama sekali tidak di kenalnya. Orang itu memberikan suatu bungkusan sebagai oleh-oleh kepada To Salamaq Imam Lapeo.
Lalu diperintahkannya kepada anaknya(Muchsin Thahir) yang menyertainya malam itu mengambil bungkusan tersebut. Perjalanan ke Majene dilanjutkan. Setelah sampai di rumah H.Hasan di Majene bungkusan tersebut dibuka. Apa isinya? Ternyata, sejumlah uang pas-pas dipakai membayar hutangnya kepada H.Hasan.

7. Menyembuhkan Penyakit

Dituturkan pula bahwa di Lapeo pernah berjangkit suatu penyakit yang sangat ganas dan berbahaya. Penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan tradisional maupun medis modern pada saat itu. 

Menurut informan, saking ganasnya penyakit itu sehingga dalam satu hari diperkirakan 3 sampai 5 orang yang meninggal akibat penyakit tersebut. Keadaan seperti ini sangat meresahkan dan menggelisahkan masyarakat. Rakyat mengadu kepada To Salamaq Imam Lapeo. Mendengar semua pengaduan tersebut K.H Muhammad Thahir sangat prihatin.
Di perintahkannya menyiapkan sebuah tempayan berisi air minum. Setelah itu K.H Muhammad Thahir To Salamaq Imam Lapeo memejamkan mata seraya mengangkat tangannya berdoa kepada Allah, kemudian diludahinya air tempayan tersebut tujuh kali. Air yang telah diludahnya itu diminumkan kepada penderita yang terkena penyakit aneh tersebut.
Berkat pertolongan Allah swt., mereka yang sempat meminum” air obat ” To Salamaq Imam Lapeo semuanya sembuh, dan penyakit tersebut tidak mengganaskan lagi.

8. Menolong Orang Yang Tenggelam

Pernah suatu saat, ketika K.H Muhammad Thahir Imam Lapeo sementara memberikan pengajian, tiba-tiba pengajian dihentikan beberapa saat. To Salamaq Imam Lapeo keluar ke teras, lalu menatap ke angkasa raya seraya tangannya dilambai-lambaikan. Setelah itu beliau masuk kembali akan melanjutkan memberikan pelajaran kepada murid-muridnya.

Sebelum pengajian dilanjutkan kembali, salah seorang muridnya bertanya tentang apa yang barusan To Salamaq Imam Lapeo kerjakan. Beliau menjawab bahwa dia menolong sebuah perahu yang hampir tenggelam di tengah laut karena serangan badai dan amukan ombak besar. Beberapa hari kemudian, seorang tamu dari Bugis datang ke rumah To Salamaq Imam Lapeo mengucapkan terima kasih.

Menurut pengakuannya bahwa perahunya hampir tenggelam beberapa hari yang lalu di sekitar pulau-pulau Pangkajene. Yang menolongnya adalah K.H Muhammad Thahir To Salamaq Imam Lapeo yang tiba-tiba dilihatnya datang berdiri di bagian kepala perahunya. Seketika itu juga ombak menjadi tenang, dan badai pun reda.

9. Dalam keadaan lapar dan Haus Makanan datang
Pada suatu hari, dengan ditemani beberapa muridnya, K.H Muhammad Thahir Imam Lapeo sedang menuju ke suatu kampung. Mereka berjalan kaki menyusuri pinggir kali menuju ke hulu. Menjelang sore hari mereka berjalan terus. Mereka belum makan siang karena sejak berangkat tadi belumprnah melewati perkampungan penduduk. Di manakah mereka akan makan, sementara lapar haus sudah terasa?
Tapi K.H Muhammad Thahir To Salamaq Imam Lapeo mengatakan supaya mereka sabar. Tak berapa lama kemudian,di tempat yang begitu sunyi sepi, tiba-tiba mereka melihat suatu rakit kecil yang sedang hanyut ke hilir. 

Di atas rakit kecil itu tersedia berbagai jenis makanan seperti nasi,ketan,lauk bersama ayam panggang. Mereka mengambil makanan tersebut dan menikmatinya. 

Selanjutnya K.H Muhammad Thahir Imam Lapeo bersama pengikutnya/muridnya melanjutkan perjalanan menuju kampung tujuan.

Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya . dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan. mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Al Baqarah : 257) 



Sumpah Palapa, Benarkah Palapa itu Adalah Buah atau Makanan ?

Add Comment

Ketika mendengar istilah Palapa maka yang tersirat dalam pikiran adalah Satelit Palapa dan Sumpah Palapa. Satelit Palapa sendiri dinamakan demikian untuk mengenang Jasa Patih Gajah Mada yang tidak akan memakan Buah Palapa seumur hidup sebelum bisa menyatukan Nusantara.

Sejak kecil kita diajarkan tentang kegagahan Patih Gajah Mada yang bersumpah tidak akan memakan Palapa. Yang terbayang saat itu adalah bahwa palapa itu adalah makanan atau sejenis buah-buahan. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana bentuk Buah Palapa itu dan bagaimana rasanya. Dan apa jadinya bila tidak makan Buah Palapa.

Rentetan pertanyaan lainnyapun muncul mengenai arti Sumpah Palapa itu. Kalau bersumpah tidak akan makan nasi tentu itu hal yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Karena makanan pokok bangsa ini adalah Nasi. Begitu pentingnya nasi sehingga banyak yang merasa belum makan kalau belum makan nasi. Meskipun ia sudah makan roti, ketupat dll. 

Sebelum membahas lebih lanjut mungkin perlu juga membaca lagi isi Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Patih Gajah Mada.

“Sira Gadjah Mada patih amangkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gadjah Mada: Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa." (Gajah Mada, Padmapuspita, 1966:38).

Berikut arti :  Gadjah Mada sang Mahapatih tak akan menikmati palapa, berkata Gadjah Mada, “selama aku belum menyatukan nusantara, aku takkan menikmati palapa, sebelum aku menaklukan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pahang, Dompu, Pulau Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik, aku takkan mencicipi palapa

Menurut para Ahli, setelah ditelusuri ternyata Palapa yang dimaksud Patih Gajah Mada itu penuh dengan multi tafsir. Tidak ada yang memastikan apa arti sebenarnya dari sumpahnya. Bahkan tidak ada yang tahu apakah Palapa yang disebut itu sebuah makanan atau buah.

Dikutip dari Kompas dan National Geographic, banyak ahli sejarah dan budaya yang menafsirkan sumpah sang patih dengan cara berbeda. 

Misalnya, M.Yamin menafsirkan palapa berarti Gajah Mada tidak akan bersenang-senang sebelum janjinya terucap. 

Sedangkan Slamet Muljana, profesor yang ternama dengan Tafsir Sejarah Nagarakretagama yang kerap jadi referensi mengenai perjalanan Majapahit, menyebut bahwa amukti palapa artinya bebas tugas atau cuti.

Tafsiran lain datang dari pakar bahasa Jawa Kuno, P.J Zoetmulder, yang coba mengupasnya dari muasal arti amukti dan palapa. Menurutnya, amukti palapa diartikan "(mendapat) kesenangan yang tiada berakhir."

"Gajah Mada akan mendapat kesenangan yang tiada taranya jika saja seluruh wilayah Nusantara yang disebutkan dalam sumpahnya itu dapat mengakui kekuasaan Majapahit," papar Zoetmulder.

Dosen Arkeologi FIB UI Agus Aris Munandar dalam Gajah Mada Biografi Politik, menyebut bahwa ada sebagian kalangan yang mengartikan amukti palapa dengan "memakan buah kepala," atau "memakan buah palapa."

"Namun, jika buah kepala memang jelas maksudnya, ada buah yang dinamakan kelapa. Namun, 'buah palapa' sampai sekarang belum ada yang mengetahui bentuk apalagi rasanya," tulis Agus.

Lalu bagaimana menurut anda ? 

Ternyata Sosok Jenius Phunsukh Wangdu Memang Ada

Add Comment


Bagi anda penggemar film India pasti pernah menonton Film India berjudul 3 Idiots yang dibintangi oleh Amir Khan. Film yang laris setelah rilis pada tahun 2009 menceritakan tentang sosok Jenius bernama Phunsukh Wangdu. Seorang Insinyur yang memegang 400 paten atas namanya yang sangat diinginkan oleh seorang investor dari Jepang.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa sebenarnya sosok Phunsukh Wangdu dalam film itu diilhami dari kisah seorang insinyur dari Leh, salah satu distrik yang berada di wilayah Ladakh, negara bagian Jammu dan Kashmir. Dan Insinyur itu sendiri bernama Sonam Wangchuk.

Wangchuk sendiri sudah berusia 51 tahun dan membangun beberapa Ice Stupa untuk memfasilitasi irigasi di daerah gurun Himalaya Barat.

Gundukan es itu difungsikan sebagai mini-gletser yang perlahan-lahan akan mencair dan mengirim air ke area pertanian. Dan tahukah bahwa istilah Ice Stupa itu ternyata ia yang menciptakan.

Wangchuk menghabiskan hari-harinya dengan bekerja di Ladakh yang berada di ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut.

Daerah ini dikenal sebagai wilayah yang miskin air bersih, terlebih ketika musim tanam dan musim panen tiba. Dan upaya pemberdayaan pertanian ini telah diakui secara internasional.

Atas jasanya itu, Wangchuk diganjar penghargaan prestisius Rolex Award for Enterprise 2016.

Penghargaan ini diberikan tahun lalu di Los Angeles, AS, untuk mereka “Yang telah mengubah dunia dengan pemikiran yang inovatif dan dinamis.”



Tak hanya itu, Wangchuk juga telah mendirikan sebuah sekolah di Ladakh yang disebut SECMOL—kependekan dari Students’ Educational and Cultural Movement of Ladakh.

Sekolah ini memungkinkan murid-muridnya bisa belajar dengan menyenangkan dan praktis alih-alih bertungkus lumus dengan teks dan buku ajar.

Sekolah ini sengaja ditujukan kepada anak-anak yang dianggap “gagal” secara sosial dan akademis.

Ia percaya bahwa menghafal akan membunuh proses belajar dan, pada gilirannya, kepercayaan seorang siswa.


“Jika orang gagal dapat mencapai puncak mimpinya, itu artinya ada yang tidak beres dengan sistem pendidikan kita,” ujar, seperti dilaporkan Flame Buzz.